Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Koperasi
29
Oct

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Koperasi

Organisasi koperasi merupakan suatu badan usaha atau organisasi dengan sistem sosio-ekonomi yang memiliki kelompok tersendiri dan bersifat swadaya. Tujuan koperasi adalah menunjang kepentingan para anggota koperasi dengan cara menyediakan dan menjual barang dan jasa yang dibutuhkan para anggota.

 

Setidaknya ada dua unsur koperasi yang harus dipenuhi yaitu unsur ekonomi dan unsur sosial. Untuk mencapai kedua unsur tersebut, maka perlu manajemen yang baik agar pengelolaan koperasi dapat berjalan efektif dan efisien. 

 

Berikut 5 poin manajemen kegiatan yang bisa mewujudkan pengelolaan yang baik:

 

Perencanaan.

Perencanaan merupakan perancangan awal kegiatan dari awal memulai hingga kendala yang dihadapi.

Perencanaan meliputi:

  1. Kegiatan yang dikerjakan
  2. Timeline kegiatan
  3. Lokasi kegiatan
  4. Penanggung jawab
  5. Alasan Pengerjaan kegiatan
  6. Proses Pengerjaan kegiatan

Dengan membuat perencanaan awal, maka akan terlihat masalah yang akan timbul, efektivitas hasil yang diperoleh, serta kendala apa yang akan dihadapi.

 

Pengorganisasian.

Tujuan dari pengorganisasi ini adalah untuk mengelompokan kegiatan, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dimiliki koperasi agar pelaksanaan dari suatu rencana dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Proses pengorganisasian meliputi:

  1. Proses identifikasi dari aktivitas
  2. Melakukan klasifikasi aktivitas kelompok
  3. Mendelegasikan kewenangan dan menciptakan tanggung jawab
  4. Melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang dalam sebuah perusahaan

 

Pengarahan

Organisasi, struktur organisasi, serta sumber daya manusia yang sudah tersedia tidak mungkin dapat bekerja dengan maksimal, tanpa adanya suatu pengarah. Semua karyawan bekerja dalam suatu arahan, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.

  1. Menerapkan serta mengimplementasikan kepemimpinan, bimbingan maupun motivasi terhadap pekerja agar bisa bekerja secara nyaman, baik dan maksimal
  2. Memberi tugas dan penjelasannya secara rutin terkait dengan job desk atau masalah pekerjaan
  3. Menjelaskan terkait seluruh kebijakan yang berlaku dan sudah ditetapkan
Pengawasan

Pengawasan merupakan suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan standar prestasi dengan sasaran-sasaran. Dengan adanya pengawasan, maka kegiatan koperasi dapat berjalan seperti yang diharapkan bersama.

  1. Mengukur kinerja para pegawai
  2. Membandingkan kinerja para pegawai apakah sudah sesuai standar apa belum. Jika ada kesalahan, segera evaluasi.
  3. Melakukan tindakan koreksi kepada pegawai atau pekerjaan yang salah atau dianggap belum memenuhi standar.
  4. Memastikan para pegawai berjalan ke arah yang tepat.
  5. Memastikan seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan tidak melebihi budget yang telah dialokasikan.

 

Penggunaan Teknologi

 

Penerapan teknologi koperasi merupakan bagian dari program Reformasi Total Koperasi yang sudah digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu pengembangan koperasi. Reformasi Koperasi itu meliputi rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi. Koperasi akan ketinggalan bila tidak segera melakukan inovasi di bidang teknologi informasi, khususnya dalam melayani anggotanya.

Jika tidak segera melakukan inovasi teknologi, Koperasi Akan tertinggal dengan bidang lainnya. Baik di bidang teknologi informasi, khususnya dalam melayani anggotanya.

Adanya inovasi teknologi untuk koperasi sebagai upaya meningkatkan pelayanan terhadap anggota. Jika sudah melakukan hal itu, koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya

 

Dengan kelima poin di atas diharapkan koperasi dapat beroperasi secara maksimal. 

Sebagai upaya penerapan teknologi di koperasi, kini telah hadir aplikasi atau sistem yang dapat membantu pelayanan koperasi menjadi lebih baik yaitu eKoperasi. Untuk mengetahui fitur eKoperasi selengkapnya Anda dapat mengunjungi eKoperasi.co.id atau coba demo gratisnya di demo.ekoperasi.co.id